Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung berjanji meningkatkan pencapaian target pada tiga program prioritas unggulan, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan.
Wali Kota Bandar Lampung Eddy Sutrisno dalam apel paripurna memperingati HUT ke-327 Bandar Lampung di Stadion Pahoman, Rabu (17-6), mengatakan langkah yang telah dilakukan untuk mengembangkan pendidikan adalah dengan mengalokasikan dana pendidikan sesuai dengan ketentuan undang-undang. Besarnya anggaran pendidikan dapat meningkatkan pembangunan kuantitas dan kualitas sarana serta prasarana, seperti rehabilitasi gedung sekolah, pembangunan ruang kelas baru, dan pembangunan sekolah baru.
Pemkot, kata Eddy, juga berupaya mengembangkan program rintisan sekolah bertaraf internasional. Sejak 2007, Pemkot telah bekerja sama dengan Direktorat Pembinaan Sekolah Menegah Pertama dan Atas serta Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mewujudkan hal tersebut. Sekolah yang disiapkan menjadi taraf internasional adalah SDN 2 Rawa Laut, SMPN 1 dan SMPN 2 Bandar Bandar Lampung, serta SMAN 2 dan SMAN 9 Bandar Lampung.
Menurut Wali Kota, pembangunan kesehatan diarahkan untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui perluasan akses terhadap pelayanan kesehatan dasar. Pemkot telah membebaskan biaya pengobatan di seluruh puskesmas untuk semua warga miskin.
Pemkot juga memperbanyak puskesmas rawat inap dan memberikan jaminan kesehatan masyarakat daerah (jamkesmasda).
Eddy mengungkapkan Pemkot membuat berbagai program ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Program yang telah digulirkan berupa pemberdayaan UKM dan koperasi, memberikan pinjaman lunak dengan bunga ringan melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pasar dan BPR Syariah Bandar Lampung.
Keberhasilan
Ketua DPRD Bandar Lampung Azwar Yacub dalam sambutannya di sidang paripurna istimewa DPRD mengungkapkan Pemkot telah berhasil menunjukkan keberhasilannya dalam pembangunan di bidang kesehatan dan pendidikan. Keberhasilan tersebut dilihat dari ditetapkannya beberapa sekolah berstandar internasional dan ditingkatkannya beberapa puskesmas menjadi puskesmas rawat inap.
Pemkot, kata Azwar, telah melakukan berbagai reformasi di bidang perizinan dengan dibentuknya Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) yang menangani berbagai perizinan dalam sistem satu atap.
Reformasi birokrasi sangat membantu masyarakat untuk mengurus perizinan dengan cepat dan transparan. Pemkot juga telah menggratiskan biaya pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) dan akta kelahiran.
“Upaya ini sejalan dengan semangat otonomi daerah yaitu peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” kata Azwar.
DPRD, lanjut Azwar, sangat mengapresiasi atas diraihnya predikat sebagai kota besar terbersih. Bandar Lampung mendapat piala Adipura pada 5 Juni lalu. DPRD berharap agar Adipura bisa menjadikan Kota Bandar Lampung menjadi kota tapis berseri.
DPRD juga memberikan beberapa catatan atas pembangunan di Bandar Lampung, terutana pada pengembangan daerah pesisir dan pantai. Azwar mengatakan Pemkot harus memperhatikan pembangunan di daerah pesisir dan pantai. Pemkot harus merealisasikan daerah pantai dan pesisir untuk dijadikan kawawasan wisata pantai.
DPRD juga meminta agar agar Pemkot segera merelokasi gedung yang terletak di Jalan Yos Sudarso. Gedung di daerah tersebut melanggar Perda No. 4 Tahun 2004 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Azwar menilai pembangunan Bandar Lampung merupakan barometer pelaksanaan pembangunan di Provinsi Lampung. Azwar meminta agar Pemerintah Provinsi Lampung memberikan perhatian, dorongan, dan percepatan terhadap pembangunan di Kota Bandar Lampung.
“Sehingga sejajar dengan kota-kota besar lainnya di Nusantara,” kata Azwar. @Sumber Lampungpost.com

Senin, 6 Juli 2009
buat masalah pendidikan,kesehatan diperbanyak dunkz
Kamis, 6 Agustus 2009
oke kami akan usahakan, terima kasih untuk komentarnya, but terus read koran lampungnya oke..