PANDEGLANG | Jenazah Nana Supriyatna—sebelumnya disebut Nana Maulana alias Ikhwan Maulana—, telah dimakamkan malam ini, pada pukul 2015. Shalat jenazah pun langsung dilakukan di pemakaman.
Shalat jenazah urung dilakukan di rumah orang tua Nana lantaran kondisi di sekitar rumah di Kampung Kebon Cau, Desa/Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang dipadati oleh lebih dari seribu warga yang ingin melihat langsung jenazah Nana.
“Karena warga berdesak-desakan, kondisinya tidak memungkinkan untuk menyhalatkan jenazah di rumah,” kata salah seorang warga setempat yang ikut jadi panitia pemakaman.
Berdasarkan pantauan Koranbanten.Com, jenazah Nana dimakamkan bersama peti mati yang membawa jenazah dari RS Polri/Kramatjati, Jakarta. Peti mati itu berukuran sangat kecil, dengan panjang sekitar 30 centimeter.
Warga yang berdesakan ingin melihat langsung prosesi pemakaman, dihalangi oleh pembatas dari bambu yang disiapkan oleh panitia pemakaman. Sementara lokasi di luar areal pemakaman dan jalan menuju Kampung Kebon Cau macet akibat banyaknya kendaraan roda dua maupun roda empat yang diparkir oleh para pengunjung yang ingin melihat prosesi pemakaman. Jarak dari jalan utama Pandeglang - Labuan menuju lokasi pemakaman sekitar 500 meter.
Sementara itu, Kapolda Banten, Kombes Rumiah K, tampak ikut memantau kedatangan jenazah. Bersama Kapolda tampak juga Kapolres Pandeglang AKBP Aminudin.
(Muhid Hadiyat)
