Terminal-merak-300×225CILEGON | Badan perencana pembangunan daerah (Bappeda) Kota Cilegon, merevisi site plan Terminal Terpadu Merak (TTM). Langkah itu ditempuh untuk menghindari terjadinya kemacetan di sekitar kawasan terminal kelas A yang menjadi tolakan jurusan kendaraan bus dari berbagai kota di Pulau Jawa itu.
“Draft perubahan site plan itu sudah masuk ke dalam agenda rencana pembangunan Kota Cilegon untuk tahun depan. Sementara untuk rencana anggaran sudah masuk dalam pembahasan pada anggaran biaya perubahan atau biaya tambahan (ABT) anggaran pendapatan dan belanja (APBD) Kota Cilegon tahun 2009 ini,” ungkap Kepala Bappeda Kota Cilegon Abdul Hakim Lubis saat ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini.
Lubis berharap pembahasan revisi ini tidak menemui kendala berarti. Karena, rencananya tahun 2010 perubahan pembangunan TTM dapat dilaksanakan dengan baik. Apalagi, TTM merupakan salah satu mega proyek Pemkot Cilegon yang harus rampung pengerjaannya pada tahun 2010 sesuai dengan rencana jangka panjang (RPJM) Kota Cilegon pada sepuluh tahun pertama setelah menjadi daerah tingkat II.
Menurut Lubis, revisi site plan TTM tersebut tidak saja didasari kepada ancaman terjadinya krodit kendaraan di sekitar terminal yang berdekatan dengan gerbang masuk Pelabuhan Merak itu. Melainkan juga untuk mengoptimalkan pelayanan dan sirkulasi kendaraan bus yang keluar masuk terminal sehingga penataan terminal akan lebih efektif.
“Perubahan draft site plan TTM sudah disetujui oleh pihak eksekutif dan legislatif Kota Cilegon,” jelasnya.
Rencana perubahan site plan TTM juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Cilegon, Erwin Harahap. Menurutnya, Dishub sudah memberikan gambaran dan masukan kepada pihak eksekutif, diantaranya adalah dengan merencanakan jalur out put kendaraan bus dari area belakang TTM yang tembus langsung menuju jembatan fly over Merak. Dengan demikian arus keluar masuk kendaraan bus tidak tertumpu pada satu titik di muka halaman TTM seperti yang terjadi saat ini.
“Kita proyeksikan dengan adanya jalur out put kendaraan bus dan kendaraan lainnya dari kawasan belakang terminal tersebut, arus kendaraan bus tidak tumpang tindih dan dapat menghindari terjadinya kemacetan pada waktu tertentu seperti pada saat terjadinya arus mudik lebaran atau hari hari besar lainnya yang kerap mengalami peningkatan arus kendaraan masuk ke kawasan Pelabuhan penyebrangan Merak,” tegas Erwin.
Lebih lanjut Erwin mengatakan, dengan adanya peningkatan infrastruktur pada terminal TTM diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah yang dapat disumbangkan dari pengelolaan terminal yang saat ini masih belum maksimal dilakukan oleh unit pelayanan teknis dinas TTM. Dan dengan adanya perubahan rencana site plan TTM yang akan dilakukan oleh pemerintah Kota Cilegon, diharapkan dapat membatu melakukan percepatan pengelolaan TTM yang menjadi salah satu bagian penyumbang PAD bagi Pemkot Cilegon.
(Indra Gunawan/TERASNETWORK)
