Nur Said (35), orang yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di Hotel J.W. Marriott, ternyata sudah lama diburu polisi. Pemilik nama alias Nur Hasbi itu adalah anggota jaringan gembong teroris Noordin M. Top.
Informasi yang dihimpun Lampung Post menyebutkan Nur Said menjadi target operasi sejak polisi menggerebek persembunyian Noordin M. Top di Wringinanom, Binangun, Kecamatan Kertek, Wonosobo, pada 29 April 2006.
Paman Nur Said, Ahmad Rafi’i, yang ditemui di Temanggung, Jawa Tengah, kemarin, mengutip informasi pihak kepolisian membenarkan bahwa Nur Said sudah menjadi target operasi.
Pada saat Densus 88 menggerebek Noordin M. Top di Wonosobo, kata dia, Nur Said lolos. Sejak lolos dari kepungan polisi itulah Nur Said nomaden. Ia hidup berpindah-pindah.
Rafi’i menduga keponakannya itu selalu mengikuti ke mana pun Noordin M. Top bersembunyi. Ia menggantikan posisi Mustafirin. Setelah penggerebekan di Wonosobo, sedikitnya sudah dua kali Nur Said lolos dari pengejaran polisi di Semarang dan Temanggung. “Keluarga Nur Said sudah diperiksa dan tes DNA,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (21-7).
Hingga hari keempat, kemarin, pascapeledakan bom di kawasan Mega Kuningan, polisi belum merilis data pelaku pengeboman tersebut. Salah seorang karyawan Hotel Ritz Carlton yang bernama Ibrahim hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Perawakan Ibrahim mirip sosok yang terekam video menjelang ledakan di Hotel Ritz Carlton. Menjelang detik-detik ledakan bom bunuh diri di Restoran Airlangga, Hotel Ritz Carlton, terlihat seorang pria berjalan tertatih-tatih karena menjinjing tas berwarna hitam yang terkesan sangat berat.
Ibrahim berusia sekitar 36 tahun, berperawakan tinggi besar dengan kulit sawo matang dan rambut lurus. Selama ini Ibrahim tinggal di rumah kontrakan di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Istri dan anaknya tinggal di Cirebon.
Istri Ibrahim, Sucihani (35), menjelaskan anaknya telah diambil sampel darah untuk tes DNA. Sucihani mengaku pertemuan terakhir dengan suaminya pada 13 Juli. @Lampungpost.com
