<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Koran Lampung</title>
	<atom:link href="http://koranlampung.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://koranlampung.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 02:34:26 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Korupsi di Balik Formal Legalistik!</title>
		<link>http://koranlampung.com/?p=282</link>
		<comments>http://koranlampung.com/?p=282#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 02:34:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koranlampung</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranlampung.com/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[H. Bambang Eka Wijaya
&#8220;SEPEKAN ini informasi kontroversial dari berbagai sisi terkait kasus kriminalisasi KPK melimpah!&#8221; ujar cucu. &#8220;Bagaimana menilai mana yang benar?&#8221;
&#8220;Kebenaran setiap informasi tergantung bukti-bukti pendukungnya!&#8221; tegas kakek. &#8220;Sulit menilai mana yang benar, karena banjir informasi itu terkait kekuasaan, yang cenderung korup seperti kata Lord Acton! Selain korupsi juga merupakan kejahatan luar biasa, extraordinary [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>H. Bambang Eka Wijaya</p>
<p>&#8220;SEPEKAN ini informasi kontroversial dari berbagai sisi terkait kasus kriminalisasi KPK melimpah!&#8221; ujar cucu. &#8220;Bagaimana menilai mana yang benar?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kebenaran setiap informasi tergantung bukti-bukti pendukungnya!&#8221; tegas kakek. &#8220;Sulit menilai mana yang benar, karena banjir informasi itu terkait kekuasaan, yang cenderung korup seperti kata Lord Acton! Selain korupsi juga merupakan kejahatan luar biasa, extraordinary crime!&#8221;</p>
<p>&#8220;Contoh kekuasaan cenderung korup!&#8221; kejar cucu.</p>
<p>&#8220;Dengan kekuasaan orang bisa membuat aturan untuk semua, tapi hanya menguntungkan diri dan kelompoknya!&#8221; tegas kakek. &#8220;Dengan itu, ketika ia menjalankan aturan itu secara formal legalistik, yang efektif terjadi justru sebuah korupsi&#8211;dengan benefit berupa apa pun itu!&#8221;</p>
<p>&#8220;Korupsi sebagai kejahatan luar biasa!&#8221; kejar cucu.</p>
<p>&#8220;Ketika pejabat main mata dengan pengusaha dalam proyek, misal, rehabilitasi jalan!&#8221; jelas kakek. &#8220;Semua aturan main formal legalistik dijalankan, tender, pengawasan dengan menguji di semua titik kualitas proyeknya! Tapi, setelah proyek selesai, jalan yang seharusnya tahan dua tahun saat musim hujan sudah berlubang-lubang kembali! Itu contoh korupsi kejahatan luar biasa, selalu ada hal-hal yang sukar disingkap di balik formal legalistik yang serbaberes itu!&#8221;</p>
<p>&#8220;Jadi rakyat tahu ada korupsi karena jalan cepat rusak lagi, atau bangunan baru ambruk tanpa gempa atau badai, aparat hukum tak bisa menemukan kesalahan karena aturan formal legalistiknya beres!&#8221; timpal cucu. &#8220;Begitulah korupsi sebagai kejahatan luar biasa! Cuma, kembali ke masalah tadi, bagaimana jutaan orang bisa menilai lalu mendukung salah satu pihak&#8211;seperti dilakukan facebookers&#8211;padahal tak mudah memastikan bentuk dan sifat korupsi kekuasaan di balik proses formal legalistik?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau orang banyak begitu, penilaian bertolak dari pengalaman bersama bersifat umum, hingga masalah terakhir itu cuma salah satu dari semua pengalaman bersama yang dirasakan tentang praktek di balik proses formal legalistik&#8211;dalam hal ini yang dilakukan polisi!&#8221; jawab kakek. &#8220;Contoh, sebagian besar facebooker itu pernah mengurus SIM dengan tarif formal legalistik di formulir Rp52.500, tapi entah berapa yang mereka bayar! Ini membuat mereka bisa cepat memihak!&#8221;</p>
<p>&#8220;Penilaian orang banyak itu bisa salah, jika kali ini polisi melakukannya dengan benar!&#8221; timpal cucu.</p>
<p>&#8220;Memang!&#8221; tegas kakek. &#8220;Tapi kasus terakhir ini bagi mereka cuma pemicu, sedang tujuan mereka perbaikan praktek formal legalistik polisi secara komprehensif dan mendasar, mengubah total budaya kerja polisi yang mereka anggap korup! Karena itu, kalau mereka salah dalam kasus ini, tekanan opini mereka justru akan jadi lebih besar, karena selain penasaran, kasus terakhir ini juga cuma sasaran antara! Masalahnya, kenapa diberi peluang dapat pemicu&#8211;trigger factor!?&#8221;<br />
@Sumber:Lampungpost.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranlampung.com/?feed=rss2&amp;p=282</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Rachmad Sugiyanto: Sertifikasi Lindungi Pekerja</title>
		<link>http://koranlampung.com/?p=279</link>
		<comments>http://koranlampung.com/?p=279#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 10:08:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koranlampung</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranlampung.com/?p=279</guid>
		<description><![CDATA[Sertifikasi profesi kini gencar dilakukan pada beragam profesi. Lewat sertifikasi profesi, kemampuan atau keahlian pemiliknya telah teruji sesuai standar industri atau bidang profesinya.
Di era pasar bebas nanti, terbuka kemungkinan setiap negara harus membuka diri terhadap para pekerja asing untuk beragam profesi. Sertifikasi profesi menjadi salah satu referensi yang sangat bermanfaat bagi para pekerja. Lewat sertifikasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://koranlampung.com/wp-content/uploads/2009/08/dscf2846-copy-150x150.jpg" alt="dscf2846-copy" title="dscf2846-copy" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-280" />Sertifikasi profesi kini gencar dilakukan pada beragam profesi. Lewat sertifikasi profesi, kemampuan atau keahlian pemiliknya telah teruji sesuai standar industri atau bidang profesinya.</p>
<p><span id="more-279"></span>Di era pasar bebas nanti, terbuka kemungkinan setiap negara harus membuka diri terhadap para pekerja asing untuk beragam profesi. Sertifikasi profesi menjadi salah satu referensi yang sangat bermanfaat bagi para pekerja. Lewat sertifikasi profesi, kualifikasi keahlian dan kemampuan yang dimiliki pemegangnya telah sesuai dengan kebutuhan bidang atau industri dari profesi yang digeluti pemegangnya. Sekaligus bermanfaat bagi pengembangan karir pemegangnya. Sertifikasi profesi mampu melindungi pekerja lokal dari serbuan pekerja asing.</p>
<p>Salah satu diantaranya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Hotel dan Restoran. Lembaga sertifikasi profesi ini mengeluarkan sertifikasi untuk beragam profesi yang dibutuhkan oleh industri perhotelan dan restoran. Berikut petikan wawancara Teras dengan Rachmad Sugiyanto, Direktur Eksekutif LSP Hotel dan Restoran yang juga GM Hotel Sahid Lippo Cikarang:<br />
<em><br />
Apa yang melatar belakangi lahirnya LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi)?</em><br />
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) merupakan salah satu kepanjangan tangan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), karena LSP ini melaksanakan assessment-nya, sedangkan yang mengeluarkan sertifikasinya BNSP. Tapi BNSP tidak mempunyai wewenang untuk melaksanakan assessment atau penilaian. Jadi pelaksananya LSP, yang mengeluarkan dan yang melindunginya adalah BNSP.</p>
<p><em>BNSP itu sendiri lembaga independent?</em><br />
BNSP lembaga pemerintah, istilahnya seperti lembaga non departemen. Jadi ketua umum BNSP itu selevel dengan menteri karena membawahi seluruh LSP-LSP. Karena LSP itu banyak sekali ada LSP Hotel dan Restoran, LSP Pariwisata, LSP Logam, LSP Kecantikan, LSP Garmen, LSP Otomotif dan sebagainya. LSP ini banyak sekali.</p>
<p><em>Jadi LSP Hotel dan Restoran itu hanya salah satu-nya saja?</em><br />
Jadi LSP Hotel dan Restoran hanya salah satu dari pada LSP-LSP yang ada di dalam pembinaan dari BNSP. Kan kepanjangan tangan dari BNSP untuk melaksanakan assessment ini adalah LSP.</p>
<p><em>LSP hotel dan restoran tidak di bawah PHRI?</em><br />
Berdiri sendiri, tetapi karena linked-nya dengan perhotelan maka ini merupakan istilahnya bentukan daripada PHRI sendiri tapi bukan di bawah PHRI. Karena yang ada di dalamnya ini tidak hanya PHRI, merupakan asosiasi profesi. Profesi house keeping, profesi front office, profesi food and beverage service, profesi hotel finance dan profesi hotel human resources. Itu semua ada di dalam lingkungan LSP tadi. Karena mereka merupakan istilahnya founder-foundernya. PHRI salah satu founder dari LSP Hotel dan Restoran.</p>
<p><em>Karena hotel dan restoran pasti ada di PHRI, mudah mobilisasinya?</em><br />
Betul, istilahnya untuk implementasinya di daerah sebagai perwakilan. Karena BPD otomatis seharusnya sudah bisa mempunyai perwakilan LSP-nya juga.</p>
<p>Secara pengetahuan yang didapat langsung bisa diaplikasikan?<br />
Betul. Pendidikan-pendidikan seperti ini dekat dengan PHRI, linked-nya hotel dan restoran. Tidak mungkin hotel dan restoran berbarometer kepada otomotif, tapi mungkin kalau seperti spa masih bisa, karena ada spa di dalam hotel dan restoran.</p>
<p><em>LSP hotel dan restoran ini standardisasi nanti kalau orang ikut apa manfaatnya?</em><br />
Out put kalau disertifikasi, tentu mereka sudah punya pendidikan. Kalau tidak pendidikan mungkin sudah punya pengalaman kerja. Yang sudah berpengalaman 2 tahun punya hak untuk disertifikasi, karena skill-nya sudah memadai. Sedangkan sertifikat ini adalah sertifikat skill kompetensi, keterampilan, pengetahuan dan attitude personal. Gunanya banyak, kalau untuk hotel sendiri tentunya human resources. Kita bisa untuk mengembangkan karir, kalau dia sudah punya sertifikat untuk bikin ini, itu untuk mencapai kepada karir yang lebih tinggi lagi dia boleh mendapatkan suatu assessment atau pengujian unit yang lain yang sejajar dengan level yang lebih tinggi, tentu diberikan suatu pendidikan.</p>
<p>Di pusat sendiri ini untuk pengembangan ini daripada organisasi pusat, istilahnya di situ ada yang disebut dangan KKNI atau Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia. Nah ini merupakan suatu istilahnya kluster jadi posisi room boy misalnya berapa unit yang harus dimiliki itu ada di dalam kualifikasinya. Kemudian supervisor berapa unit kompetensi contoh, asisten manajer itu berapa unit kompetensi yang harus dimiliki, seorang manajer dia harus memiliki 51 unit kompetensi. General manager harus memiliki sekitar 63 unit kompetensi, bahkan dia sudah bisa memilah-milah atau mengkonsterkan mereka berdasarkan kepada kualifikasi kerjanya jabatan tadi, maka yang diujikan di dalam assessment ini adalah unit kompetensinya.</p>
<p><em>Berarti kedepan bisa saja seorang GM tidak bisa jadi GM kalau tidak punya sertifikasi?</em><br />
Bisa. Karena tahun depan ini mungkin akan dikeluarkan SK menteri. Seluruh pegawai hotel harus memiliki sedikit kompetensi pegawai atau tidak terkecuali. Tahun depan kita sudah melihat kepada hak sah, karena kompetensi kerja nasional ini atau KKNI sudah di akui di ASEAN melalui MRA. Jadi nanti orang dari Thailand atau dari Vietnam boleh masuk di Indonesia, boleh bekerja dari best level sampai dengan high level dan Indonesia boleh ke sana. Dengan adanya standar, maka itu bisa merupakan peluang atau ancaman. Kalau kita tidak menyiapkan dengan suatu sertification dengan skill yang kuat mereka akan terlibas.</p>
<p><em>Sejauh mana peran sertifikasi itu nanti?</em><br />
Orang yang masuk ke Indonesia harus punya sertifikat kompetensi. Mereka harus memiliki unit kompetensi berkomunikasi dengan local language kata Bahasa Indonesia misalnya, mereka sudah mau belajar dan mau digaji dengan yang sama. Makanya nanti terserah owner mau pakai bangsa asing atau bangsa kita. Kalau bangsa kita terampil sudah bersertifikat, ngapain kita capek-capek. Contohnya Hotel Sahid sendiri, saya sudah mulai sertifikatkan hampir 100 persen karyawan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.<br />
<em><br />
Bagaimana respon dari hotel-hotel lain karena inikan sulit membedakan Pak Rahmad dengan LSP itu sendiri?</em><br />
Jadi kalau saya di dalam LSP itu sendiri sebagai direktur eksekutif, istilahnya mengelola staf harian. Karena saya juga masih bekerja di Sahid, lewat jam itu ya saya kerjakan. Di samping itu kita punya tim juga yang beberapa ada yang dari sekretariat.<br />
Dari mereka yang bekerja kita kita hanya motori itu berkomunikasi. Kebetulan saya sendiri sebagai Ketua Asosiasi House Keeper seluruh Indonesia, saya tetap istilahnya memacu kepada member dan perwakilan daerah saya untuk selalu berkomunikasi dengan kita. Ada projek dari BNSP, kita arahkan ke sana. Kita cukup berkomunikasi siap enggak kita uji sertifikasi.</p>
<p>Ada juga mungkin mereka menolak merasa standarnya lebih tinggi. Tapi tidak apa-apa, kita hanya mensertifikasi base on basic standard industri. Sosialisasinya kan seperti itu sehingga mereka mengerti bahwa pentingnya sertifikasi atau seperti ini. Contoh dari Jayakarta Group, Natour kemudian dari Patrajasa sendiri mereka sudah minta.</p>
<p><em>Ada kemungkinan orang yang mengurus sertifikasi atau LSP ini memang tenaga profesional yang tidak kerja?</em><br />
Bisa, karena di dalam LSP ini ada assesor atau penilai yang kontrak dan ada assesor yang part timer, base on request. Tapi ada yang permanen juga di assesor karena expertis. Jadi sudah pensiun di hotel mau freelance sebagai assesor boleh karena masih punya skill.<br />
<em><br />
Terkait dengan aktifitas keseharian Bapak sebagai GM Sahid dan Direktur Eksekutif LSP Hotel dan Restoran?</em><br />
Saya nggak pernah merasa terganggu karena tim kita cukup bagus dan saya bekerjanya di luar jam kerja jadi tidak mempengaruhi aktifitas. Berusaha ambil keuntungan target bisa tercapai, usaha bisa diuntungkan kita tetap kerja nggak kemana-mana mungkin barang satu hari untuk bahan opening ceremony sudah itu kita tinggal. Wajar kalau saya nggak libur pada waktu hari libur, karena kita standby 24 jam. Untuk aktivitas saya nggak masalah hanya kita bisa-bisanya membagi waktu sore hari jam kerja mungkin kita meeting dengan tim LSP saya tidak menggunakan waktu kerja.<strong>@FARS</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranlampung.com/?feed=rss2&amp;p=279</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nadine Masuk MURI</title>
		<link>http://koranlampung.com/?p=277</link>
		<comments>http://koranlampung.com/?p=277#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 14:05:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koranlampung</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranlampung.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[ARTIS Nadine Chandrawinata bersama adik kembarnya, Marcel dan Mischa, sukses mengibarkan bendera di bawah air dengan ditemani 30 ekor hiu lapar di Sea World, Ancol, Jakarta Utara, Senin (17-8). Keberhasilan mereka tercatat dalam MURI (Museum untuk Rekor Dunia-Indonesia).
Mereka masuk MURI karena tiga poin. Pertama, mengibarkan bendera di dalam air. Kedua, jumlah ikan hiu 30 ekor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ARTIS Nadine Chandrawinata bersama adik kembarnya, Marcel dan Mischa, sukses mengibarkan bendera di bawah air dengan ditemani 30 ekor hiu lapar di Sea World, Ancol, Jakarta Utara, Senin (17-8). Keberhasilan mereka tercatat dalam MURI (Museum untuk Rekor Dunia-Indonesia).</p>
<p><span id="more-277"></span>Mereka masuk MURI karena tiga poin. Pertama, mengibarkan bendera di dalam air. Kedua, jumlah ikan hiu 30 ekor dan ikan-ikan hiu itu kelaparan karena tidak diberi makan sampai pukul 14.00. Ketiga, jenis ikan hiu tersebut adalah hiu polos yang lebih galak daripada hiu sirip hitam.</p>
<p>&#8220;Karena jenis hiu galak dan lapar, kita nggak boleh banyak bergerak. Bisa berbahaya. Untungnya semangat kita tumbuh karena banyak yang nonton,&#8221; kata Nadine usai mengibarkan bendera, Senin (17-8).</p>
<p>Saat geladi resik pekan lalu, Nadine dan kedua adiknya hanya ditemani hiu sirip hitam. Saat itu pun Marcel gagal mengibarkan bendera. Beruntung, kali ini bendera sukses dikibarkan.</p>
<p>&#8220;Ini menjadi sebuah kebanggaan buat kita sekeluarga karena untuk pertama kalinya mengibarkan bendera Merah Putih di dalam air. Awalnya, kita tidak percaya diri karena Mischa sedang flu. Tapi, dia sudah janji mau ikut,&#8221; kata Nadine.</p>
<p>Perasaan syukur dan gembira tergambar di wajah Marcel. &#8220;Kemarin saya gagal tiga kali saat geladi resik. Untungnya saya sempat latihan di dalam rumah, di kolam renang. Ternyata latihan saya berhasil,&#8221; kata Marcel dengan riang. @Sumber: Lampungpost.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranlampung.com/?feed=rss2&amp;p=277</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Liverpool Langsung Tersandung</title>
		<link>http://koranlampung.com/?p=275</link>
		<comments>http://koranlampung.com/?p=275#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 14:03:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koranlampung</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranlampung.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[LONDON : Liverpool menjadi satu-satunya anggota big four yang kalah pada laga perdana Premier League. Bertandang ke kandang Tottenham Hotspurs, The Reds kalah 2-1.
Di antara keempat anggota big four, Arsenal yang paling impresif. Tampil di kandang Everton, The Gunners tampil dominan dan menang dengan skor fantastis 6-1.
Sementara Chelsea dan Manchester United terbilang cukup bagus. Sama-sama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>LONDON : Liverpool menjadi satu-satunya anggota big four yang kalah pada laga perdana Premier League. Bertandang ke kandang Tottenham Hotspurs, The Reds kalah 2-1.</p>
<p>Di antara keempat anggota big four, Arsenal yang paling impresif. Tampil di kandang Everton, The Gunners tampil dominan dan menang dengan skor fantastis 6-1.</p>
<p>Sementara Chelsea dan Manchester United terbilang cukup bagus. Sama-sama berlaga di kandang sendiri, keduanya hanya mampu meraih kemenangan tipis atas lawan yang notabene bisa mereka taklukkan dengan mudah; Hull City dan Birmingham City. The Blues menundukkan Hull 2-1, sedangkan Setan Merah &#8220;cuma&#8221; menang 1-0 atas Birmingham.</p>
<p>Hasil paling buruk justru diraih Liverpool. Mereka kalah 2-1 kala berlaga di kandang Tottenham Hotspur, Minggu (16-8), yang tampil dengan determinasi tinggi di hadapan pendukung sendiri.</p>
<p>Musim lalu The Reds juga menelan kekalahan ketika bertandang ke White Hart Lane. Kala itu Steven Gerrard dkk. juga menelan pil pahit dengan skor yang sama 2-1.</p>
<p>Mendapat dukungan penonton, Spurs tampil menekan sejak menit-menit awal pertandingan. Dan, beberapa peluang pun tercipta bagi kubu tuan rumah. Sayang, semua peluang belum membuahkan gol.</p>
<p>Usaha Spurs untuk mencetak gol akhirnya datang satu menit sebelum babak pertama usai. Sepakan kaki kiri Benoit Essou-Ekotto meneruskan tendangan bebas Tom Huddlestone yang membentur pagar betis pemain-pemain Liverpool tak mampu dijangkau kiper Jose Reina.</p>
<p>The Reds mampu menyamakan skor sembilan menit usai jeda dari titik putih setelah Glen Johnson diganjal kiper Heurelho Gomes. Eksekusi Gerrard tanpa cela untuk menyeimbangkan skor.</p>
<p>Namun, gawang Liverpool bobol lagi. Kembali berawal dari tendangan bebas. Kali ini umpan Luka Modric diteruskan Sebastien Bassong lewat sundulan untuk merobek jala Liverpool kedua kalinya.</p>
<p>Di laga sebelumnya, Manchester United hanya menang 1-0 atas tim promosi Birmingham City. Gol tunggal MU di Stadion Old Trafford, Minggu (16-8), dicetak striker andalannya, Wayne Rooney.</p>
<p>Kemenangan tipis ini hanya mengangkat sang juara bertahan ke posisi delapan dengan nilai tiga dan surplus satu gol. Sedang Birmingham terdampar di urutan 13.</p>
<p>MU turun dengan kekuatan yang berkurang drastis akibat Rio Ferdinand tidak bisa bermain karena cedera. Alhasil, duet bek tengah diemban Jonny Evans dan John O&#8217;Shea.</p>
<p>Walau lebih menguasai laga, justru lawan yang membuka ancaman bagi gawang Setan Merah. Untung sepakan James McFadden melebar.</p>
<p>Serangan MU akhirnya membuahkan hasil melalui aksi Rooney. Sundulan anggota timnas Inggris itu sempat menghantam mistar, tapi sontekan dari bola rebound tak mampu diantisipasi kiper Joe Hart.</p>
<p>The Red Devils benar-benar menguasai pertandingan. Usai istirahat pasukan Sir Alex Ferguson tetap memegang kendali permainan. Namun, selain kurang beruntung, penampilan kiper Hart mampu mementahkan semua peluang MU. n O-1</p>
<p>Hasil Liga Inggris</p>
<p>Man. United 1 vs 0 Birmingham</p>
<p>Tottenham 2 vs 1 Liverpool</p>
<p>Chelsea 2 vs 1 Hull City</p>
<p>Aston Villa 0 vs 2 Wigan</p>
<p>Blackburn 0 vs 2 Man. City</p>
<p>Bolton 0 vs 1 Sunderland</p>
<p>Portsmouth 0 vs 1 Fulham</p>
<p>Stoke City 2 vs 0 Burnley</p>
<p>Wolverhampton 0 vs 2 West Ham</p>
<p>Everton 1 vs 6 Arsenal<br />
@Sumber: Lampungpost.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranlampung.com/?feed=rss2&amp;p=275</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nana Dimakamkan Dalam Peti “Bayi”</title>
		<link>http://koranlampung.com/?p=272</link>
		<comments>http://koranlampung.com/?p=272#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 13:58:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koranlampung</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranlampung.com/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[PANDEGLANG &#124; Jenazah Nana Supriyatna—sebelumnya disebut Nana Maulana alias Ikhwan Maulana—, telah dimakamkan malam ini, pada pukul 2015. Shalat jenazah pun langsung dilakukan di pemakaman.
Shalat jenazah urung dilakukan di rumah orang tua Nana lantaran kondisi di sekitar rumah di Kampung Kebon Cau, Desa/Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang dipadati oleh lebih dari seribu warga yang ingin melihat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PANDEGLANG | Jenazah Nana Supriyatna—sebelumnya disebut Nana Maulana alias Ikhwan Maulana—, telah dimakamkan malam ini, pada pukul 2015. Shalat jenazah pun langsung dilakukan di pemakaman.</p>
<p><span id="more-272"></span>Shalat jenazah urung dilakukan di rumah orang tua Nana lantaran kondisi di sekitar rumah di Kampung Kebon Cau, Desa/Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang dipadati oleh lebih dari seribu warga yang ingin melihat langsung jenazah Nana.</p>
<p>“Karena warga berdesak-desakan, kondisinya tidak memungkinkan untuk menyhalatkan jenazah di rumah,” kata salah seorang warga setempat yang ikut jadi panitia pemakaman.</p>
<p>Berdasarkan pantauan Koranbanten.Com, jenazah Nana dimakamkan bersama peti mati yang membawa jenazah dari RS Polri/Kramatjati, Jakarta. Peti mati itu berukuran sangat kecil, dengan panjang sekitar 30 centimeter.</p>
<p>Warga yang berdesakan ingin melihat langsung prosesi pemakaman, dihalangi oleh pembatas dari bambu yang disiapkan oleh panitia pemakaman. Sementara lokasi di luar areal pemakaman dan jalan menuju Kampung Kebon Cau macet akibat banyaknya kendaraan roda dua maupun roda empat yang diparkir oleh para pengunjung yang ingin melihat prosesi pemakaman. Jarak dari jalan utama Pandeglang - Labuan menuju lokasi pemakaman sekitar 500 meter.</p>
<p>Sementara itu, Kapolda Banten, Kombes Rumiah K, tampak ikut memantau kedatangan jenazah. Bersama Kapolda tampak juga Kapolres Pandeglang AKBP Aminudin.</p>
<p>(Muhid Hadiyat)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranlampung.com/?feed=rss2&amp;p=272</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Konversi Berbuah Simalakama</title>
		<link>http://koranlampung.com/?p=270</link>
		<comments>http://koranlampung.com/?p=270#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 13:54:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koranlampung</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranlampung.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya, tak pernah terbayang di benak masyarakat untuk menukar minyak tanah-yang biasa mereka pakai dengan gas, yang terlanjur identik dengan kalangan berduit. Program konversi dari minyak tanah ke gas, justru membuat masyarakat seolah disuguhi buah simalakama. Pasokan minyak tanah yang terus dikurangi, tak dibarengi dengan distribusi gas elpiji yang mampu menjamin kebutuhan masyarakat. Akhirnya, minyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasanya, tak pernah terbayang di benak masyarakat untuk menukar minyak tanah-yang biasa mereka pakai dengan gas, yang terlanjur identik dengan kalangan berduit. Program konversi dari minyak tanah ke gas, justru membuat masyarakat seolah disuguhi buah simalakama. Pasokan minyak tanah yang terus dikurangi, tak dibarengi dengan distribusi gas elpiji yang mampu menjamin kebutuhan masyarakat. Akhirnya, minyak tanah sulit didapat, elpiji pun sering tak dibeli.</p>
<p>Bagi banyak ibu rumah tangga di Banten, saat ini memasak tak ubahnya seperti petualangan yang penuh dengan tantangan. Karena, untuk menghidupkan kompor yang dijadikan alat memasak, diperlukan perjuangan yang sangat berat. Selain perlu meluangkan banyak waktu untuk berkeliling kota mencari elpiji maupun minyak tanah, untuk medapatkannya, seringkali mereka harus merogoh kocek lebih dalam.</p>
<p>Sejumlah konsumen pengguna tabung gas elpiji tiga kilogram di wilayah Kabupaten Lebak misalnya, mereka mengeluhkan tingginya harga gas elpiji yang mencapai Rp. 20.000 per tabung. Padahal sebelumnya harga pengisian ulang tabung gas hanya Rp. 15.000 per tabung.<br />
Sejumlah pengguna tabung gas elpiji tiga kilogram, di Kecamatan Cibadak mengatakan, harga jual gas elpiji tersebut dirasakan sangat memberatkan dan sulit dijangkau masyarakat kecil. Terlebih lagi masyarakat baru menikmati penggunaan tabung gas melalui program konversi yang diberikan pemerintah.</p>
<p>“Seharusnya dengan program konversi ini harga jual gas elpiji tidak membumbung. Karena pengguna tabung gas program konversi ini sebagian besar berasal dari rakyat kecil yang berpenghasilan pas-pasan,” ujar Ujang Dedi warga Perumahan BTN Sumur Buang, Kecamatan Cibadak.</p>
<p>Sebenarnya, kata Ujang, banyak masyarakat yang menyambut gembira program konversi ini. Pasalnya, menggunakan kompor dan tabung gas dirasakan lebih mudah, praktis dan lebih bersih. Namun, setelah beralih ke kompor gas, harga gas di tingkat pengecer justru terus meningkat. Ia berharap, penjualan harga gas elpiji yang berlaku saat ini dapat lebih stabil dan sesuai dengan harga yang dipatok pemerintah sehingga terjangkau masyarakat.</p>
<p>Tingginya harga jual gas elpiji juga dirasakan warga Kecamatan Maja. Beberapa warga juga mengeluhkan harga jual isi ulang gas tiga kilogram yang terus meningkat.<br />
“Jika sekarang saja harganya sudah naik menjadi Rp. 20.000 per tabung (beli ditempat pengecer) dan diantar hingga rumah harga menjadi Rp. 22.000 per tabung, bisa-bisa bulan depan bisa lebih mahal lagi,” kata Suari warga Desa Tanjungsari, Maja Suari berharap, dengan tingginya harga isi ulang gas ini diharapkan pihak pemerintah dapat turun tangan dan mengontrol harga elpiji tersebut sehingga menjadi stabil dan terjangkau masyarakat. Terutama bagi masyarakat di pelosok-pelosok pedesaan Kabupaten Lebak.</p>
<p>Minyak Tanah Mahal<br />
Berbeda dengan masyarakat Lebak yang mengaku gembira dengan program konversi, masih banyak masyarakat Kabupaten Pandeglang yang merasa enggan meninggalkan kompor minyak tanah mereka dan beralih ke gas elpiji. Keengganan itu dikarenakan kekhawatiran mereka pada keamanan kompor yang dibagian pemerintah.</p>
<p>Seorang ibu rumah tangga asal Pandeglang,Aap Apiah bersama ibu rumah tangga lain bernama Uwen Suheni, mengaku masih menggunakan kompor minyak tanah meskipun telah mendapatkan kompor gas bantuan pemerintah. Mereka meyakini penggunaan kompor minyak tanah lebih aman dan efektif, karena minyak tanah bisa dibeli secara eceran.</p>
<p>“Sejak kami mendapatkan jatah kompor dan tabung gas, hingga saat ini kami masih memasak dengan menggunakan kompor minyak tanah,” kata Aap seraya diamini Uwen.<br />
Namun, lagi-lagi kedua ibu rumah tangga itu dihadapkan pada kondisi sulitnya mendapatkan minyak tanah. Kelangkaan minyak tanah seja program konversi gas, membuat harga minyak tanah semakin melambung, bahkan mencapai Rp.6.000 hingga Rp. 8.000 per liternya. Jauh dari harga resmi yang ditetapkan pemerintah, Rp. 2.500 per liter.</p>
<p>Tingginya harga minyak tanah tersebut, kata Aap, dikarenakan pengecer harus mencari bahan baker itu ke daerah yang belum mendapatkan program konversi. Aap dan Uwen sangat berharap kepada pemerintah agar pasokan minyak tanah tidak dikurangi. Karena, terutama untuk warga Pandeglang yang berada di pedesaan, minyak tanah masih menjadi bahan bakar utama.</p>
<p>“Kami berharap kepada siapa lagi bila bukan kepada pemerintah, karena program konversi datangnya dari pemerintah. Kami bukan tidak ingin menggunakan gas, karena minyak tanah adalah bahan bakar yang irit dan murah, kenapa harus pindah ke gas,” katanya.***</p>
<p>Ditunggu, Konversi Tak Kunjung Datang<br />
Selain sering mengalami kelangkaan dan kenaikan harga yang tinggi, minat masyarakat pengguna kompor minyak tanah untuk mencicipi kompor gas dari program konversi, ternyata cukup tinggi. Bahkan, banyak masyarakat yang menunggu program itu mampir kerumahnya. Namun, lambannya distribusi membuat masyarakat menjadi resah. Apalagi, pasokan minyak tanah pun sudah terlanjur dikurangi.</p>
<p>Masyarakat di beberapa Kecamatan di Kabupaten Lebak mengeluhkan lambannya pendistribusian dalam program konversi minyak tanah ke kompor gas. Padahal, di tengah semakin sulitnya mendapatkan minyak tanah, konversi gas diharapkan dapat membantu masyarakat mengatasi kelangkaan bahan baker rumah tangga untuk keperluan sehari-hari.</p>
<p>Seperti diungkapkan salah seorang warga Desa Tambakabaya Kecamatan Cibadak bernama Enam. Menurutnya, pengurangan alokasi minyak tanah bagi masyarakat seharusnya diikuti dengan pendistribusian kompor gas kepada masyarakat. Keterlambatan itu membuat banyak masyarakat merasa kesulitan.</p>
<p>“Dengan adanya program konversi dari minyak tanah ke kompor gas, otomatis pasokan minyak tanah akan berkurang, tapi kenapa sampai saat ini yang namanya kompor gas tersebut belum ada kedesa kami?”Tanya Eman.</p>
<p>Hal senada diungkapkan warga desa Bojongleles Kecamatan Cibadak, Nina. Menurutnya bila memang program itu ada, maka harus direalisasikan sesegera mngkin. Sebab masyarakat sangat membutuhkannya. “Inikan program pemerintah, seharusnya secepatnya direalisasikan, agar kami sebagai ibu rumah tangga tidak kebingungan mencari bahan bakar untuk keperluan memasak, sebab minyak tanah juga sudah susah dicarinya,” jelasnya.</p>
<p>Tidak Berkutik<br />
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lebak mengaku tidak bisa berbuat banyak dalam menangani keterlambatan Pendistribusian program konversi minyak kegas, yang hingga kini masih belum merata keseluruh Kecamatan di Lebak.<br />
Dari sekitar 28 kecamatan, baru 17 Kecamatan saja yang sudah mendapatkan program konversi.<br />
Kondisi itu jelas melenceng dari rencana Pemerintah Kabupaten Lebak yang menargetkan penyelesaian konversi pada tahun 2008.</p>
<p>Namun demikian Pemkab Lebak belum bisa berbuat apa-apa untuk mengatasi hal itu. Pasalnya, program ini merupakan tanggung jawab pemerintah pusat yang tidak bisa diintervensi oleh Pemkab.<br />
“Walaupun kebutuhan itu sangat mendesak, terlebih sebagian stok mitan telah ditarik. Tetapi, kaimi tidak bisa terlalu jauh intervesi, sebab program ini tanggung jawab pusat,” ujar Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya kepada wartawan, Kamis (15/01).</p>
<p>Pada prinsipnya, kata Bupati, pihaknya prihatin atas persoalan itu, terutama bagi warga yang berada di wilayah perkotaan. Sebab selain subsidi minyak yang sudah dicabut juga sulit mencari energi alternatif seperti kayu bakar untuk melakukan aktifitas memasak dan lainnya.<br />
“Jika di pedesaan kan banyak kayu bakar, saya tidak begitu khawatir. Tapi untuk masyarakat di wilayah perkotaan itu perlu dipikirkan,” ungkapnya.</p>
<p>Asda II Pemkab Lebak, A Gopar menambahkan, sejauh ini pihaknya hanya bisa menyerahkan seutuhnya persoalan itu kepada pihak PT. Pertamina sebagai perusahaan yang mempunyai kapasitas atas program tersebut.</p>
<p>“Kami tidak bisa berbuat apa-apa, karena program ini program nasional yang engelolaannya dilakukan oleh pihak yang ditunjukoleh pemerintah pusat,” tukasnya.@TERASNETWORK</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranlampung.com/?feed=rss2&amp;p=270</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pemandian Belerang di Desa Pematang Berwisata, Penyakit Kabur…</title>
		<link>http://koranlampung.com/?p=268</link>
		<comments>http://koranlampung.com/?p=268#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 13:52:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koranlampung</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranlampung.com/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[Bagi anda penggemar eco tourism, pemandian belerang yang terletak di Desa Pematang, Kecamatan Keragilan - Kabupaten Serang bisa menjadi alternatif untuk dikunjungi di saat liburan bersama keluarga. Selain dapat berwisata alam dengan pemandangan yang dapat menghilangkan kepenatan setelah menghadapi rutinitas, lokasi ini juga menawarkan terapi alternatif untuk menyembuhkan berbagai penyakit kulit.
Lokasi wisata pemandian belerang ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi anda penggemar eco tourism, pemandian belerang yang terletak di Desa Pematang, Kecamatan Keragilan - Kabupaten Serang bisa menjadi alternatif untuk dikunjungi di saat liburan bersama keluarga. Selain dapat berwisata alam dengan pemandangan yang dapat menghilangkan kepenatan setelah menghadapi rutinitas, lokasi ini juga menawarkan terapi alternatif untuk menyembuhkan berbagai penyakit kulit.</p>
<p><span id="more-268"></span>Lokasi wisata pemandian belerang ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada hari libur. Pengunjungnya pun tak sebatas berasal dari wilayah Keragilan dan sekitarnya saja. Tak jarang, pengunjung dari luar kota seperti Jakarta, Bandung dan kota-kota lain mendatangi tempat ini, baik untuk tujuan rekreasi maupun untuk tujuan terapi penyembuhan penyakit.</p>
<p>Untuk masuk ke lokasi wisata, anda tak perlu mengeluarkan uang dengan jumlah yang besar. Cukup Rp 10.000 per orang, anda bisa menikmati fasilitas pemandian sekaligus pemandangan alam nan indah yang melatarbelakanginya. Bagi anda yang memiliki penyakit kulit seperti eksim, kurap, gatal-gatal, dan penyakit kulit lain, tempat yang tak pernah kering meski di musim kemarau ini juga sudah terbukti mampu menyembuhkannya.</p>
<p>Bagi anda yang penasaran untuk membuktikan keindahan alam serta khasiat dari pemandian belerang di Desa Pematang, sebaiknya anda tentukan waktu untuk segera berkunjung ke sana.</p>
<p>Sumber Ekonomi Masyarakat</p>
<p>Meski sumber daya air panas belerang sudah ada sejak jaman dulu, lokasi ini baru dikelola secara “terorganisir” sejak yahun 1980. Seorang warga setempat bernama Mardi, mulai mengelola tempat ini untuk tujuan bisnis. Saat ini, pengelolaan diteruskan oleh keturunan, baik anak maupun cucu Mardi.</p>
<p>Kehadiran obyek wisata ini, secara langsung maupun tidak langsung turut memberi andil dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Karena, kehadiran tempat ini mengundang wisatawan yang mampu menggerakkan roda perekonomian di wilayah itu dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Setidaknya, dari hasil tiket masuk dan parkir saja, pengelola pemandian belerang ini bisa meraup lebih dari Rp 400 ribu per minggunya. Ini tentu belum dihitung dengan penghasilan masyarakat yang berjualan di sekitar obyek wisata.</p>
<p>Sayangnya, hingga saat ini obyek tersebut terkesan kurang dioptimalkan oleh pemerintah daerah, terutama Pemkab Serang. Padahal, bila dikelola secara optimal, bukan tidak mungkin obyek wisata ini akan mampu menyumbangkan PAD yang cukup besar bagi pemerintah setempat. Kurangnya perhatian terlihat dari minimnya promosi bvila dibanding obyek wisata-wisata lain. Padahal, obyek ini terhitung cukup menjanjikan untuk terus dikembangkan. @GUGUN </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranlampung.com/?feed=rss2&amp;p=268</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Warung Sate Pak Sholeh Mengutamakan kualitas daging</title>
		<link>http://koranlampung.com/?p=266</link>
		<comments>http://koranlampung.com/?p=266#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 13:50:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koranlampung</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranlampung.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Sate merupakan kuliner yang tak pernah lekang oleh zaman dan tetap di cari. Walau kini banyak beragam makan yang disajikan seperti seafood ataupun makanan Eropa.
Khas bau nikmat, daging yang dibakar mengundang selera untuk segera menyantapnya. Bagi anda yang gemar dengan kuliner satu ini, anda dapat menikmatinya di Warung Sate Pak Sholeh.
Warung Sate Pak Sholeh merupakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sate merupakan kuliner yang tak pernah lekang oleh zaman dan tetap di cari. Walau kini banyak beragam makan yang disajikan seperti seafood ataupun makanan Eropa.</p>
<p><span id="more-266"></span>Khas bau nikmat, daging yang dibakar mengundang selera untuk segera menyantapnya. Bagi anda yang gemar dengan kuliner satu ini, anda dapat menikmatinya di Warung Sate Pak Sholeh.</p>
<p>Warung Sate Pak Sholeh merupakan usaha yang dikelola secara turun temurun, dengan tanpa mengubah resep dan cara memasaknya. Warung Sate Pak Sholeh menyediakan beragam sate seperti sate kambing, sapi, ayam hingga sate bebek, memudahkan anda memilih sate sesuai selera anda.</p>
<p>“Usaha kuliner ini merupakan usaha turun temurun dari orang tua, nama Warung Sate Pak Sholeh adalah nama Bapak yang sudah meninggal. Tapi, untuk urusan rasa, kami tidak berani merubahnya atau menggantinya,” ujar Ati Sumiati pemilik Warung Sate Pak Sholeh yang berlokasi di Jl. Raya Merak Tamansari Merak.</p>
<p>Untuk menjaga kepuasan pelanggan, Warung Sate Pak Sholeh selalu mengutamakan kualitas daging. “Selain untuk menjaga kepuasan pelanggan, kualitas daging perlu dijaga karena akan mempengaruhi rasa satenya,” jelas Ati.</p>
<p>Selain sate yang menjadi menu utama warung ini, Sop Ayam, Sop Sapi dan Sop Kambing juga tersedia. Untuk menikmati sate di Warung Sate Pak Sholeh, anda tidak harus mengeluarkan uang dengan jumlah yang besar, karena harga yang ditawarkan sangat terjangkau.</p>
<p>Untuk satu porsi sate kambing seharga Rp. 14.000, sate sapi berkisar Rp. 15.000 dan untuk satu porsi sate ayam seharga Rp. 10.000.</p>
<p>Jika anda malas untuk keluar rumah, namun ingin menikmati sate, Warung Sate Pak Sholeh, anda dapat memesan dengan menghubungi Ibu Ati ke No. 081906092969, Warung Sate Pak Sholeh dengan senang hati mengantar pesanan anda.***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranlampung.com/?feed=rss2&amp;p=266</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Rachmad Sugiyanto: Sertifikasi Lindungi Pekerja</title>
		<link>http://koranlampung.com/?p=264</link>
		<comments>http://koranlampung.com/?p=264#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 13:48:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koranlampung</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranlampung.com/?p=264</guid>
		<description><![CDATA[Sertifikasi profesi kini gencar dilakukan pada beragam profesi. Lewat sertifikasi profesi, kemampuan atau keahlian pemiliknya telah teruji sesuai standar industri atau bidang profesinya.
Di era pasar bebas nanti, terbuka kemungkinan setiap negara harus membuka diri terhadap para pekerja asing untuk beragam profesi. Sertifikasi profesi menjadi salah satu referensi yang sangat bermanfaat bagi para pekerja. Lewat sertifikasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sertifikasi profesi kini gencar dilakukan pada beragam profesi. Lewat sertifikasi profesi, kemampuan atau keahlian pemiliknya telah teruji sesuai standar industri atau bidang profesinya.</p>
<p><span id="more-264"></span>Di era pasar bebas nanti, terbuka kemungkinan setiap negara harus membuka diri terhadap para pekerja asing untuk beragam profesi. Sertifikasi profesi menjadi salah satu referensi yang sangat bermanfaat bagi para pekerja. Lewat sertifikasi profesi, kualifikasi keahlian dan kemampuan yang dimiliki pemegangnya telah sesuai dengan kebutuhan bidang atau industri dari profesi yang digeluti pemegangnya. Sekaligus bermanfaat bagi pengembangan karir pemegangnya. Sertifikasi profesi mampu melindungi pekerja lokal dari serbuan pekerja asing.</p>
<p>Salah satu diantaranya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Hotel dan Restoran. Lembaga sertifikasi profesi ini mengeluarkan sertifikasi untuk beragam profesi yang dibutuhkan oleh industri perhotelan dan restoran. Berikut petikan wawancara Teras dengan Rachmad Sugiyanto, Direktur Eksekutif LSP Hotel dan Restoran yang juga GM Hotel Sahid Lippo Cikarang:</p>
<p>Apa yang melatar belakangi lahirnya LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi)?<br />
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) merupakan salah satu kepanjangan tangan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), karena LSP ini melaksanakan assessment-nya, sedangkan yang mengeluarkan sertifikasinya BNSP. Tapi BNSP tidak mempunyai wewenang untuk melaksanakan assessment atau penilaian. Jadi pelaksananya LSP, yang mengeluarkan dan yang melindunginya adalah BNSP.</p>
<p>BNSP itu sendiri lembaga independent?<br />
BNSP lembaga pemerintah, istilahnya seperti lembaga non departemen. Jadi ketua umum BNSP itu selevel dengan menteri karena membawahi seluruh LSP-LSP. Karena LSP itu banyak sekali ada LSP Hotel dan Restoran, LSP Pariwisata, LSP Logam, LSP Kecantikan, LSP Garmen, LSP Otomotif dan sebagainya. LSP ini banyak sekali.</p>
<p>Jadi LSP Hotel dan Restoran itu hanya salah satu-nya saja?<br />
Jadi LSP Hotel dan Restoran hanya salah satu dari pada LSP-LSP yang ada di dalam pembinaan dari BNSP. Kan kepanjangan tangan dari BNSP untuk melaksanakan assessment ini adalah LSP.</p>
<p>LSP hotel dan restoran tidak di bawah PHRI?<br />
Berdiri sendiri, tetapi karena linked-nya dengan perhotelan maka ini merupakan istilahnya bentukan daripada PHRI sendiri tapi bukan di bawah PHRI. Karena yang ada di dalamnya ini tidak hanya PHRI, merupakan asosiasi profesi. Profesi house keeping, profesi front office, profesi food and beverage service, profesi hotel finance dan profesi hotel human resources. Itu semua ada di dalam lingkungan LSP tadi. Karena mereka merupakan istilahnya founder-foundernya. PHRI salah satu founder dari LSP Hotel dan Restoran.</p>
<p>Karena hotel dan restoran pasti ada di PHRI, mudah mobilisasinya?<br />
Betul, istilahnya untuk implementasinya di daerah sebagai perwakilan. Karena BPD otomatis seharusnya sudah bisa mempunyai perwakilan LSP-nya juga.</p>
<p>Secara pengetahuan yang didapat langsung bisa diaplikasikan?<br />
Betul. Pendidikan-pendidikan seperti ini dekat dengan PHRI, linked-nya hotel dan restoran. Tidak mungkin hotel dan restoran berbarometer kepada otomotif, tapi mungkin kalau seperti spa masih bisa, karena ada spa di dalam hotel dan restoran.</p>
<p>LSP hotel dan restoran ini standardisasi nanti kalau orang ikut apa manfaatnya?<br />
Out put kalau disertifikasi, tentu mereka sudah punya pendidikan. Kalau tidak pendidikan mungkin sudah punya pengalaman kerja. Yang sudah berpengalaman 2 tahun punya hak untuk disertifikasi, karena skill-nya sudah memadai. Sedangkan sertifikat ini adalah sertifikat skill kompetensi, keterampilan, pengetahuan dan attitude personal. Gunanya banyak, kalau untuk hotel sendiri tentunya human resources. Kita bisa untuk mengembangkan karir, kalau dia sudah punya sertifikat untuk bikin ini, itu untuk mencapai kepada karir yang lebih tinggi lagi dia boleh mendapatkan suatu assessment atau pengujian unit yang lain yang sejajar dengan level yang lebih tinggi, tentu diberikan suatu pendidikan.</p>
<p>Di pusat sendiri ini untuk pengembangan ini daripada organisasi pusat, istilahnya di situ ada yang disebut dangan KKNI atau Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia. Nah ini merupakan suatu istilahnya kluster jadi posisi room boy misalnya berapa unit yang harus dimiliki itu ada di dalam kualifikasinya. Kemudian supervisor berapa unit kompetensi contoh, asisten manajer itu berapa unit kompetensi yang harus dimiliki, seorang manajer dia harus memiliki 51 unit kompetensi. General manager harus memiliki sekitar 63 unit kompetensi, bahkan dia sudah bisa memilah-milah atau mengkonsterkan mereka berdasarkan kepada kualifikasi kerjanya jabatan tadi, maka yang diujikan di dalam assessment ini adalah unit kompetensinya.</p>
<p>Berarti kedepan bisa saja seorang GM tidak bisa jadi GM kalau tidak punya sertifikasi?<br />
Bisa. Karena tahun depan ini mungkin akan dikeluarkan SK menteri. Seluruh pegawai hotel harus memiliki sedikit kompetensi pegawai atau tidak terkecuali. Tahun depan kita sudah melihat kepada hak sah, karena kompetensi kerja nasional ini atau KKNI sudah di akui di ASEAN melalui MRA. Jadi nanti orang dari Thailand atau dari Vietnam boleh masuk di Indonesia, boleh bekerja dari best level sampai dengan high level dan Indonesia boleh ke sana. Dengan adanya standar, maka itu bisa merupakan peluang atau ancaman. Kalau kita tidak menyiapkan dengan suatu sertification dengan skill yang kuat mereka akan terlibas.</p>
<p>Sejauh mana peran sertifikasi itu nanti?<br />
Orang yang masuk ke Indonesia harus punya sertifikat kompetensi. Mereka harus memiliki unit kompetensi berkomunikasi dengan local language kata Bahasa Indonesia misalnya, mereka sudah mau belajar dan mau digaji dengan yang sama. Makanya nanti terserah owner mau pakai bangsa asing atau bangsa kita. Kalau bangsa kita terampil sudah bersertifikat, ngapain kita capek-capek. Contohnya Hotel Sahid sendiri, saya sudah mulai sertifikatkan hampir 100 persen karyawan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi.</p>
<p>Bagaimana respon dari hotel-hotel lain karena inikan sulit membedakan Pak Rahmad dengan LSP itu sendiri?<br />
Jadi kalau saya di dalam LSP itu sendiri sebagai direktur eksekutif, istilahnya mengelola staf harian. Karena saya juga masih bekerja di Sahid, lewat jam itu ya saya kerjakan. Di samping itu kita punya tim juga yang beberapa ada yang dari sekretariat.<br />
Dari mereka yang bekerja kita kita hanya motori itu berkomunikasi. Kebetulan saya sendiri sebagai Ketua Asosiasi House Keeper seluruh Indonesia, saya tetap istilahnya memacu kepada member dan perwakilan daerah saya untuk selalu berkomunikasi dengan kita. Ada projek dari BNSP, kita arahkan ke sana. Kita cukup berkomunikasi siap enggak kita uji sertifikasi.</p>
<p>Ada juga mungkin mereka menolak merasa standarnya lebih tinggi. Tapi tidak apa-apa, kita hanya mensertifikasi base on basic standard industri. Sosialisasinya kan seperti itu sehingga mereka mengerti bahwa pentingnya sertifikasi atau seperti ini. Contoh dari Jayakarta Group, Natour kemudian dari Patrajasa sendiri mereka sudah minta.</p>
<p>Ada kemungkinan orang yang mengurus sertifikasi atau LSP ini memang tenaga profesional yang tidak kerja?<br />
Bisa, karena di dalam LSP ini ada assesor atau penilai yang kontrak dan ada assesor yang part timer, base on request. Tapi ada yang permanen juga di assesor karena expertis. Jadi sudah pensiun di hotel mau freelance sebagai assesor boleh karena masih punya skill.</p>
<p>Terkait dengan aktifitas keseharian Bapak sebagai GM Sahid dan Direktur Eksekutif LSP Hotel dan Restoran?<br />
Saya nggak pernah merasa terganggu karena tim kita cukup bagus dan saya bekerjanya di luar jam kerja jadi tidak mempengaruhi aktifitas. Berusaha ambil keuntungan target bisa tercapai, usaha bisa diuntungkan kita tetap kerja nggak kemana-mana mungkin barang satu hari untuk bahan opening ceremony sudah itu kita tinggal. Wajar kalau saya nggak libur pada waktu hari libur, karena kita standby 24 jam. Untuk aktivitas saya nggak masalah hanya kita bisa-bisanya membagi waktu sore hari jam kerja mungkin kita meeting dengan tim LSP saya tidak menggunakan waktu kerja.@FARS</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranlampung.com/?feed=rss2&amp;p=264</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PWI Cabang Se Indonesia Hadiri Konkernas di Palembang</title>
		<link>http://koranlampung.com/?p=262</link>
		<comments>http://koranlampung.com/?p=262#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 13:47:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>koranlampung</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranlampung.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[PALEMBANG&#124; Sebanyak 34 PWI Cabang seluruh Indonesia, pada hari ini (13/8) berkumpul untuk mengikuti Seminar dan Konferensi Kerja Nasional PWI di Sumatera Selatan (Sumsel).
Acara ini di buka langsung oleh Gubernur Sumsel Ir H Alex Noedin SH dan dihadiri Ketua Umum PWI Margiono dan sesepuh PWI dan ratusan pengurus PWI Cabang seluruh Indonesia, Ketua DPRD Sumsel, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PALEMBANG| Sebanyak 34 PWI Cabang seluruh Indonesia, pada hari ini (13/8) berkumpul untuk mengikuti Seminar dan Konferensi Kerja Nasional PWI di Sumatera Selatan (Sumsel).</p>
<p><span id="more-262"></span>Acara ini di buka langsung oleh Gubernur Sumsel Ir H Alex Noedin SH dan dihadiri Ketua Umum PWI Margiono dan sesepuh PWI dan ratusan pengurus PWI Cabang seluruh Indonesia, Ketua DPRD Sumsel, Drs H Zamzami Ahmad dan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sisno Adiwinoto.</p>
<p>Dalam sambutannya, Margiono menguraikan beberapa program jangka panjang dan pendek menyangkut pembangunan pers ke depan. Salah satunya, tahun kebersamaan dimana PWI pusat akan terus membangun komunikasi dengan PWI Cabang. Selain itu, kemandirian profesi menjadi tujuan dengan adanya jaminan sistem yang bisa membuat organisasi pers bisa bertahan dan berkembang lebih maju dan modern.</p>
<p>Margiono juga mengingatkan perkembangan pers ke depan akan semakin berat seiring dengan kemajuan teknologi. Tantangan itu dihadapimedia cetak yang kemungkinan akan kalah dengan bentuk media elektronik dan online. Untuk itu, dalam Rapat kerja Nasional perlu dicarikan solusi terbaik. Itu peningkatan sumber daya manusia sangat penting, ditambah mensosialisasikan kode etik sebagai landasan kerja dan langka profesi bagi pers.</p>
<p>Sementara Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH menyambut baik Rakernas PWI di Sumsel. Ia juga mendukung adanya garis besar, mana karya jurnalistik dan mana yang bukan karya jurnalistik sehingga dapat menjadi rambu bagi pers untuk berkeja profesional.</p>
<p>Kepada peserta Rakernas, Alex Juga mengatakan, Pemprov Sumsel sangat mendukung dan menjujung profesional pers. Untuk itu, tahun 2009 ini telah dianggarkan dana Rp 1 miliar untuk membangun PWI Sumsel yang selama ini statusnya menyewa.</p>
<p>Raparkerja nasional PWI dan SIWO disambut baik peserta, terlebih monetum ini dijadikan waktu yang tepat bagi pers untuk membangun komunikasi dengan para pendiri PWI. @FARS </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranlampung.com/?feed=rss2&amp;p=262</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
